Apakah Pompa ASI Berbahaya? Yuk Cari Tahu di Sini

Banyak ibu bekerja ingin tetap memberikan ASI untuk buah hatinya. Sehingga, mereka menggunakan pompa ASI untuk memerah ASI agar kebutuhan ASI buah hati tetap terpenuhi selama mereka tidak di rumah. Namun, banyak juga yang mempertanyakan apakah pompa ASI berbahaya atau tidak.

Pompa ASI memang menjadi andalan bagi ibu bekerja yang ingin tetap menyusui buah hatinya. Jika digunakan dengan benar, alat ini tidak akan mengakibatkan efek samping apapun. Namun, jika tidak digunakan secara tepat, pompa ASI dapat memberikan beberapa efek samping. Silahkan ketahui informasinya di www.lulu-pages.com di bawah ini.

Apakah Pompa ASI Berbahaya?

Penggunaan pompa ASI memang harus dilakukan secara tepat. Jika tidak, beberapa efek samping di bawah ini dapat terjadi.

  1. ASIP Terkontaminasi

Risiko ASI perah (ASIP) terkontaminasi oleh bakteri atau kuman cukup tinggi. Kontaminasi ini dapat terjadi jika corong pompa ASI atau area sekitar puting terkontaminasi oleh bakteri atau kuman.

Jika ASIP sampai terkontaminasi, maka bayi yang meminumnya dapat mengalami gangguan kesehatan. Gangguan ini dapat bersifat ringan hingga parah yang bahkan dapat mengakibatkan kematian.

  1. Payudara Bengkak

Banyak ibu yang memilih untuk memompa ASI mereka kapan pun mereka senggang agar bayi mereka memiliki stok ASIP yang cukup. Namun, terlalu sering memompa ASI dapat merangsang payudara untuk memproduksi lebih banyak ASI.

Jika payudara memproduksi terlalu banyak ASI, maka organ ini akan mengalami pembengkakan. Kondisi ini pada akhirnya dapat menyebabkan mastitis atau infeksi pada saluran ASI. Akibatnya ibu akan merasa kesakitan.

  1. Kerusakan Jaringan Payudara dan Puting

Penggunaan pompa ASI yang terlalu kencang atau ukurannya tidak pas dapat mengakibatkan kerusakan jaringan payudara dan puting. Kondisi ini tentu membuat para ibu tidak nyaman dan bahkan kesakitan.

  1. Bingung Puting

ASIP dapat diberikan dalam berbagai cara. Cara yang paling umum digunakan adakah dengan menggunakan dot. Namun, cara ini sebenarnya kurang baik, apalagi jika diaplikasikan pada bayi yang masih sangat kecil.

Hal tersebut dapat menyebabkan mereka mengalami bingung puting. Akibatnya, mereka tidak mau menyusu secara langsung dan memilih dot susu. Padahal, menyusu secara langsung dapat memberi mereka kenyamanan dan ketenangan serta membangun ikatan ibu dan anak.

Tips Menggunakan Pompa ASI Agar Terhindar dari Efek Sampingnya

Jadi, apakah pompa ASI berbahaya? Tentu saja tidak jika digunakan dengan benar. Berikut ini beberapa tips memompa ASI secara aman.

  1. Jaga Kebersihan Pompa ASI dan Pompa ASI Kit

Untuk mengurangi risiko kontaminasi ASIP, Anda harus menjaga kebersihan pompa ASI. Bersihkan pompa dan kit langsung setelah digunakan. Ketika membersihkannya, gunakan peralatan cuci khusus agar peralatan ini bebas kuman.

Selain itu, Anda juga harus menjamin kebersihan tangan dan payudara saat pumping. Jangan lupa untuk segera menyimpan ASIP di dalam pendingin sehingga bakteri tidak berkembang di dalamnya.

  1. Jangan Memompa Terlalu Sering

Agar terhindar dari efek payudara bengkak, Anda sebaiknya jangan memompa ASI terlalu sering. Buatlah jadwal pumping agar kelenjar ASI tidak terlalu terstimulasi sehingga produksi ASI tidak berlebihan.

  1. Setel Kecepatan Pompa ASI Elektrik Dengan Tepat

Saat menggunakan pompa ASI elektrik, setel kecepatan pumping dengan tepat. Hal ini mungkin akan membuat waktu pumping lebih lama, namun kesehatan payudara anda akan lebih terjaga.

  1. Berikan ASIP Menggunakan Sendok, Pipet, atau Cup Feeder

Untuk menghindari kondisi bingung puting pada bayi, pengasuh sebaiknya memberikan ASIP dengan menggunakan sendok, pipet, atau cup feeder selama periode tertentu. Setelah beberapa waktu, barulah bayi dilatih minum ASIP menggunakan dot.

Apakah pompa ASI berbahaya atau tidak ternyata tergantung bagaimana ibu memakainya. Pompa ASI aman digunakan selama ibu menjaga kebersihan pumping kit dan menggunakannya dengan tepat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.